Stop Loss
IB FXCM Indonesia April 27, 2017 1 Comment

Selalu menggunakan Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP)

Kebanyakan pemula membenci Stop Loss. Kebanyakan dari mereka hanya memasang Target Profit saja, ternyata itu adalah sebuah keputusan yang salah.

Memang benar, tanpa stop loss, seringkali target profit tercapai, tapi sampai kapan hal itu bisa terjadi? Ketika target profit tidak tercapai, maka kerugian besar akan terjadi, bahkan mungkin bisa mengakibatkan kebangkrutan atau habis modal atau Margin Call.

Trading Forex adalah seni memasang Stop Loss dan Take Profit

Stop loss adalah sebuah pengaman dari modal. Ketika seorang trader salah arah, maka stop loss akan mengamankannya dari kerugian yang lebih besar, bahkan sampai menghabiskan seluruh modalnya.

Stop Loss

Hampir semua trader tahu akan pentingnya memasang stop loss, tapi kenapa kebanyakan tidak menghiraukan akan pentingnya stop loss? Malas memasang stop loss? tidak rela jika stop loss tersentuh, makanya tidak mau pasang stop loss.

Pernahkah berpikir seperti ini: “Stop loss saya sering tersentuh, padahal sedang pada arah yang benar, kalau saja tidak memasang stop loss atau kalau saja stop loss dipasang lebih longgar, pasti target profit sudah tercapai”. Atau pernah juga mengalami ini: “Waduh… untung saja pake Stop Loss, kalau tidak… amblas deh … turunnya curam banget…”

Stop loss yang terlalu panjang atau stop loss yang terlalu pendek, bukanlah stop loss yang ideal, lalu yang mana yang ideal??

Inilah dia masalahnya. Secara extrim saya katakan “Trading forex adalah seni memasang stop loss pada harga tertentu di waktu tertentu, dalam kondisi tertentu, dan dengan money manajemen tertentu pula.”

Tidak heran, trader profesional Alexander Elder pernah menulis sebuah alinea dalam bukunya yang kalau diartikan secara bebas : “Pasanglah stop loss dan biarkan harga bergerak bebas…”

Wow… ini adalah hal yang aneh bagi para pemula yang senantiasa memasang Target Profit tanpa SL / Stop Loss dan membiarkan harga bergerak bebas, walaupun dalam keadaan minus yang besar yang entah kapan harga akan berbalik, atau mungkin harga tidak akan pernah berbalik sebelum dia keluar dari pasar”

Ketika para amatir sibuk memperkirakan Take Profit, para profesional sibuk menentukan stop loss yang tepat.
Stop loss dipakai bukan untuk mempercepat kerugian tetapi digunakan lebih untuk membatasi jumlah kerugian karena pergerakan forex yang sering naik turun curam secara tiba-tiba dan lama sekali untuk berbalik arah, dan sebelum berbalik arah, modal anda sudah habis karena Margin Call (MC)

Tanyalah trader profesional entah itu di Wall Street atau di Hongkong, pasti dia akan bilang kalo Stop Loss merupakan salah satu cara untuk meminimalisir resiko dan memaksimalkan profit di setiap posisi trading kita. Semua trader di seluruh dunia setuju dengan hal ini.

Dengan menggunakan Stop Loss, kita dapat menghindari skenario dimana kita banyak mengakumulasikan profit, akan tetapi satu buah kesalahan / loss yang besar akan menyapu habis jumlah akumulasi total profit kita. Sia-sia semua hasil jerih payah kita mendulang profit ber kali-kali tetapi habis hanya dengan sekali tanpa stop loss

Untuk trader newbie, banyak yang enggan dan tidak mau menggunakan stop loss. Bahkan dikalangan trader nubitol stop loss dicap sebagai sumber dari kekalahan transaksi pada saat open position yang menyebabkan modalnya habis. “ Bagaimana mau TP dan dapat pips, karena baru ditinggal pipis saja SL nya sudah kena “, karena terpengaruh dengan anggapan inilah akhirnya banyak trader newbie yang melakukan transaksi tanpa menggunakan stop loss. Hebat benar. Untuk kalangan master dan profesional, tentu saja hal ini dianggap sebagai kenekatan yang sia-sia.

Pasang Stop Loss

Pengalaman seorang trader forex:
Ane dulu hobi banget trading tanpa make SL dan TP, pernah profit nyampe 100% selama beberapa hari. Suatu saat, ketika buka chart lagi, tuh profit dah dilibas habis gara2 minus ratusan pips selama 2 jam aja. Kerja keras berhari-hari entek gara-gara minus cuma 2 jam.haha. Rasanya campur aduk, kesel, sedih, bete, frustrasi. Pokoknya depresi banget

Fasilitas stop loss dipakai untuk membatasi jumlah kerugian dari pergerakan mata uang yang negative. Sebagai gambaran, bayangkan jika seseorang belajar berkendara tanpa menggunakan rem!

Bunuh diri namanya jika anda trading tanpa stop loss. Ibarat perang, anda telanjang bulat tidak memakai apa-apa dan tidak bawa apa-apa. Terus teriak-teriak sambil lari-lari. Kalau anda tidak setuju dan anti pakai stop loss, berarti anda tidak cocok jadi trader profesional, karena berani dijamin dalam waktu dekat modal anda akan habis dan anda lalu putus asa atau kapok untuk trading lagi.

Ada juga trader yang sok pintar, dan sok bergaya bisa melakukan CUT LOSS ketika floating minus, sehingga dia menganggap pasang stop loss tidak perlu, cukup di cut loss manual saja. Tetapi apa yang terjadi? Pengalaman membuktikan bahwa psikologi trader tersebut berubah, yang awalnya akan cut loss ketika floating minus, tetapi tidak tega / tidak rela / menunggu arah balik sehingga cut loss akhirnya tidak dilakukan, sampai pada akhirnya tidak cut loss lagi, tetapi BIG LOSS, habis modal. Ini sudah terbukti !

Bertransaksi tanpa menggunakan fasilitas stop loss memang sangat menggoda untuk dilakukan, karena sebesar apapun kerugian yang terjadi, open position yang dilakukan tidak tertutup dengan otomatis. Memang harga valuta asing di pasar bebas cenderung bergerak naik dan turun dengan cepat pada range tertentu. Dan sering terjadi pada saat terjadi floating minus, tiba-tiba bergerak menjadi positip dan akhirnya Take profit. Dan pengalaman seperti ini akhirnya dianggap sebagai transaksi yang aman, dan membiarkan terjadinya floating negativ karena nantinya pasti akan take profit juga. Padahal belum tentu juga selalu akan menyentuh take profit. Bisa saja semakin bertambah floating negatife.

Kalau and mau jadi trader profesional pastikan anda pakai Stop Loss dan take profit dalam setiap open posisi !!!

Didalam forex yang kita butuhkan hanya ilmu pasti bukanlah prediksi,kami  yakin anda pasti akan loss kalau anda hanya bisa memprediksi tanpa ada kepastian !!!

Jika suatu posisi yang awalnya floating minus, lalu akhirnya mengarah ke positif/profit itu tidak masalah. Tapi apa mungkin semua posisi akan mengalami hal seperti itu? Akan mengarah ke arah profit/TP ? tidak juga kan? Malah ada yang semakin minus dan menjauh meninggalkan arah TP anda.

Stoploss memang penting , trader yang baik biasanya menggunakan money manajemen yang tepat salah satu nya stoploss, dan stoploss mencerminkan disiplinnya seorang trader. Tanpa disiplin, seorang trader tidak akan menjadi profesional, tanpa disiplin seorang trader pasti akan Loss.

Hampir semua trader pengalaman/profesional, tidak peduli sebagus apapun displin mereka, harus menggunakan stoploss. Stoploss akan lebih membantu kita mengimplementasikan “act in your best interest”.Menggunakan stoploss untuk melindungi trading kita dan untuk mengurangi tingkat emosional dalam trading kita . Dan sebagaimana kita tahu, semakin banyak emosi mempengaruhi trading kita , maka semakin kecil kemungkinan kita menghasilkan profit dari trading tersebut.

Stop Loss dan Take Profit harus selalu digunakan. Jangan pernah satu transaksi sekalipun anda biarkan tanpa SL dan TP. Jika prinsip memakai Stop Loss ini anda langgar atau hiraukan, maka dijamin anda se waktu-waktu akan mengalami minus besar dan akhirnya Margin Call.

Margin Call

Mau buktikan? Cobalah trading tanpa Stop Loss, dan ketika floating minus anda biarkan dan anda berharap arah chart akan lama kelamaan mengarah ke positif dan menyentuh TP anda, dan lihat apa yang terjadi ? Siap-siap dan jangan menyesal jika modal anda Habis karena margin call. Mau modal $100 atau modal $1,000,000 sekalipun trading tanpa stop loss adalah 1 hal yang BODOH, dan PASTI akan menghabiskan modal anda !

DARIPADA ANDA TRADING TANPA STOP LOSS (SL) , LEBIH BAIK ANDA SUMBANGKAN MODAL ANDA UNTUK PANTI SOSIAL, PASTI AKAN LEBIH BERGUNA ! KARENA TRADING TANPA STOP LOSS PASTI MODAL ANDA AKAN HABIS ! TIDAK BERGUNA SEDIKITPUN !

Happy Trading !

— One Comment —

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *